Bulan Mei 2002, panggung Groenscup bermula. Diperankan segenap ‘warga’ Groningen. Pelaksanaan Groenscup tidak terpisah dari PPI Groningen. Jika Groenscup terkesan rapi, ceria, kreatif, bersemangat, dan kompak, dikarenakan penghuni Groningen yang memiliki karakteristik demikian. Groenscup berhasil menjadi perhelatan akbar, bukan hanya karena jumlah orang yang hadir, tetapi karena kebersamaan yang dihadirkan. Groenscup bukan ajang cari piala, namun ajang cari persaudaraan.
Groenscup adalah perwujudan antusiasme dan ekspresi penghuni Groningen dan tamunya, bukan ajang “datang, menang, pulang”...(ism)
Para pemenang Groenscup tercatat dalam perjalanan piala bergilir yang berhasil mereka hadirkan di kota mereka yakni:
2010 Belgia
2009 KBRI
2008 Amstedam
2007 Rotterdam
2006 Den Haag
2005 KBRI
2004 Groningen
2003 Groningen
2002 Groningen
Semenjak tahun 2009, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Bapak Junus Effendi Habibie ikut berpartisipasi menyemarakkan sportivitas didalam Groenscup dengan menempatkan piala J.E. Habibie untuk diperebutkan setiap dua kali penyelenggaraan Groenscup dimulai tahun 2009.
Berita Terkait:
- University of Groningen: Groenscup
- Jakarta Post: Association Forges Unity Among Overseas Indonesian Student
Berita Groenscup 2010